Inilah yang saya alami…

Foto ini hasil rekayasa

Foto ini hasil rekayasa

Foto ini hanyalah hasil rekayasa digital, bukan benar-benar wajah Pangkalima Burung.

Memang keberadaan dan wajah Pangkalima Burung tidak diketahui, beliau sangat misterius. Pangkalima Burung diceritakan jarang menampakkan dirinya, karena sifatnya yang tidak suka pamer kekuatan. Hal inilah yang mengakibatkan rasa penasaran terhadap sosok Pangkalima Burung. Selain sakti dan kebal, Pangkalima Burung juga adalah sosok yang kalem, tenang, penyabar, dan tidak suka membuat keonaran. Ini sesuai dengan tipikal orang Dayak yang juga ramah dan penyabar, bahkan kadang pemalu. Cukup sulit untuk membujuk orang Dayak pedalaman agar mau difoto, kadang harus menyuguhkan imbalan berupa rokok kretek.

Untuk foto ini, yang disebut-sebut foto Pangkalima burung, saya yakin itu bohong. Informasi tulisan pada foto memberitahukan bahwa itu adalah foto seorang kepala suku pedalaman Kalimantan Selatan. Sedangkan huruf besarnya menuliskan Pangkalima Burung.

Maaf saja, foto ini saya nyatakan bohong. Karena Suku Dayak di Kalimantan Selatan, tidak bertelinga panjang. Dan jumlah suku Dayak di Kalimantan Selatan sangat minoritas karena sebagian besar Orang Kalimantan Selatan adalah keturunan orang melayu, yang ada disana mayoritas Sukunya adalah suku Banjar. Telinga panjang berlubang seperti ini adalah ciri khas Suku Dayak pada Kalimantan Timur, sedangkan Pangkalima Burung itu berasal dari Kalimantan Barat dan beliau, walaupun saya belum pernah melihatnya, tidak akan pernah mau difoto seperti ini.

Foto ini mungkin memang foto orang Dayak (Kalimantan Timur), tapi direkayasa dengan cara diambil dan disalin potongan sebelahnya lalu salinannya dirotasikan secara flip horizontal, selanjutnya dipasangkan bersebelahan. Bahkan foto orang ini kepalanya sebenarnya sedang menghadap ke arah samping secara diagonal, itu sebabnya arah telinganya seperti mendongak ke depan. Jelas-jelas gambar ini latar belakangnya sama sebelah kiri dan kanannya. Jadi jangan percaya dengan gambar ini, bohong-bohongan karena ini hasil rekayasa.

Palangka Raya, 26 Januari 2009 Asik… gerhana cincin…! sore-sore sekitar pukul 16 kami sekeluarga dan para tetangga berkumpul di depan rumah untuk melihat gerhana yang so pasti jarang banget kejadian… Baca entri selengkapnya »

dsc004542Ini waktu lomba sepeda hias antar Taman Kanak-kanak di Palangka Raya, tanggal 27 Agustus 2008. Lokasinya di Bundaran Besar. Ada 40 Taman Kanak-kanak yang ikut serta dalam perlombaan ini, dan hiasannya kreatif dan lucu-lucu… ada yang sepedanya di sulap jadi tank, jadi kapal, jadi binatang, mobil dan kalau anak pertama saya HALIM yang ada digambar sebelah ini sepedanya jadi rumah… asik yah… Halim sekolah di TK Pembina Palangka Raya.

Sebenarnya bikin sepeda hias rumah ini perlu waktu kurang lebih enam jam, sampe lupa makan dan memberi makan anak-anak (emang gawat nih kalo udah keasyikan! ;) ) Untuk membuat hiasan berupa rumah, diukur dulu sepedanya dan digunakan kardus rokok untuk bahan dindingnya, dibuat berbentuk rumah, trus dibuat lubang pintu jendela dan hiasan-hiasan. Baca entri selengkapnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.